Linux Info

Berkenalan dengan NodeJS bersama KSL Pamekasan

Banner Pengenalan NodeJS besama KSL Pamekasan
Banner Pengenalan NodeJS besama KSL Pamekasan
Siapa yang tidak kenal dengan istilah “Tidak Ada Kata Berhenti Untuk Belajar”. yap, istilah ini sudah tidak asing lagi bagi kita.  Hal itu senada dengan apa yang kami lakukan sekarang “Belajar Tidak Kenal Waktu dan Situasi”, memang mayoritas kami masih berstatus mahasiswa  dan momennya masih liburan panjang paska UAS semester ganjil.

Momen ini tidak kami sia-siakan begitu saja, dari awal kami sudah mempersiapkan rentetan kegiatan yang akan kami lakukan selama masa libur panjang. Salah satu kegiatan yang pasti ada adalah pembelajaran, mulai dari pembelajaran pemprograman desain sampai hal-hal lain yang berbau IT. Sudah banyak kakak (senior) yang ahli di bidang mereka masing-masing sehingga itu menjadi aset dan kesempatan bagi kami untuk menimba ilmu dan sharing dengan mereka, baik dalam hal keilmuan dan pengalaman.

Web Programming adalah disiplin ilmu pemograman yang kami pilih untuk kali ini. Kak Agung begitu sapaan kami ke mentor yang kali ini menemani kami belajar, bicara keilmuan dan pengalaman kakak yang satu ini tidak usah diragukan lagi. Founder dari xakera.com dan juga sebagai programmer di salah satu Software House ternama di Jakarta ini bersedia sharing dan menemani kami belajar bahasa pemograman Node Js untuk dua hari kedepan.
Proses Pengenalan NodeJS besama KSL Pamekasan
Proses Pengenalan NodeJS besama KSL Pamekasan

Proses Pengenalan NodeJS besama KSL Pamekasan
Proses Pengenalan NodeJS besama KSL Pamekasan

Credit : Hamdani Dev

Build Your Own Linux


 

Hallo sahabat blogger , pada kali ini saya mau berbagi cerita pendek nih mengenai linux ...., Baiklah!“Linux itu susah dan kuno, gak enak dilihat”, Pernyataan itu sering terdengar bahkan kita sendiri yang mengatakannya. Emang bener kata pepatah “kalau tak kenal maka tak sayang”. Seperti stand up komedi saja ya hahah....

Oke kalau begitu, Pertama ketika saya mengenal linux memang benar-benar susah, Ketika menancapkan USB saja musti pake perintah “mount /sdc1 /etc/sdc1”, Apalagi ketika kita ingin menginstal dan meng-uninstall program, harus compile, recompile dan decompile. Ribet...

Tetapi dari hari ke hari Linux menjadi semakin friendly user dengan user interface yang cukup bohay, apalagi sebagai linux newbie seperti saya, Masih ga mau migrasi ke linux nieh critanya?. Saya dulu penggemar produk mikocok dengan patch/crack. Saya sadar dan kita tahu bahwa hal tersebut merupakan perilaku yang tidak baik sekali, Hingga saat ini saya telah menggunakan single boot Linux, Dan kebetulan lagi saya makek Op Ubuntu Unity User, Saya membutuhkan waktu 3 tahun untuk benar-benar menggunakan Single boot. “How great is this”.

Lalu bagaimana koq bisa?. Bikin mudah ada Prinsipnya, Make Your Own Linux, Dalam bahasa keseharian kita katakan “mau kamu apakan itu linux?”. Sebagai contoh, saya pengen banget Mac Os X, tapi saya miskin dan punya cukup uang untuk membeli sebuat Mac  Book, Maka saya menggunakan ubuntu unity, menambahkan plank dock dan mengganti icon serta theme GTK-nya menjadi flat ambience, Beres. It is look like Windows Mac Os. Good (^_^)b.

Lalu bagaimana caranya?. Linux saat ini sudah all in one terhubung dengan repisitory, Cukup bermodalkan modem atau wifi gratisan it will be done, Tutorial permak linux banyak bertebaran di dunia maya. Ada Noobslab, omg ubuntu dsb. Tinggal ikuti tutorial di dalamnya dan sim sala bim, it is yours.

Setelah itu ketika kamu mencintai linux hasil karyamu, kamu dapat mengembangkannya hingga dirimu mahir dalam linux, jadi developer? anything is possible.

So selamat belajar, welcome to linux.
By:danysolution

Taubat Dengan Migrasi Ke Sistem Operasi Linux

Hai Para Pengguna Software bajakan :D  [Ups]

linux vs windows ksl-pamekasan
Linux Vs Windows Ksl-Pamekasan

Apakah Anda seorang pengguna sistem operasi Windows? Boleh saya mengetahui, apakah Anda memiliki lisensi atas sistem operasi Anda? Ataukah Anda menggunakan produk dari menge-crack (membajak)? Baiklah, Anda jawab sendiri. Kemudian, jika Anda menggunakan sistem operasi Windows, silahkan cek aplikasi yang Anda gunakan, mungkin ada beberapa aplikasi yang “seharusnya” berbayar? Dari mana Anda dapatkan? Download? Lagi-lagi, beserta trik crackingnya? Jika Anda ingin taubat, bolehlah lanjutkan membaca artikel ini.

Menggunakan produk bajakan di Indonesia memang sudah menjadi hal wajar, bukan hal tabu. Meski demikian, bukan berarti tindakan membajak itu dibenarkan. Dilihat dari sisi mana pun tidak ada alasan yang cukup bijak untuk membenarkan pembajakan. Mungkin, bisa dibayangkan ketika Anda sebagai pemilik produk tersebut, anda menjualnya, sedangkan orang lain dengan seenaknya menggunakan tanpa perlu membeli di Anda, bagaimana rasanya?

Sedikit berbicara tentang “api”. Kok api? Ya, kata peribahasa, tidak ada api maka tidak ada asap. Begitu juga dengan kebiasaan membajak di negeri ini. Alasan mendasar mengapa orang di Indonesia adalah karena 2 hal, pertama budged limit sementara harga software memang lumayan mahal (read: sesuai dengan fungsi dan fiturnya), kedua adalah karena di mindset orang Indonesia membajak itu adalah hal biasa, tak mengapa dan boleh-boleh saja. Terlebih hal itu didukung dengan begitu banyak resource di Internet yang dapat dengan mudah didapat. Hanya dengan mendownload, melakukan beberapa trik, software yang berharga jutaan rupiah dapat langsung terinstal di perangkat komputer tanpa perlu membayar sepeser pun.

Pola pikir membajak adalah hal wajar sebenarnya didapat dari pengalaman hidup seseorang, dimulai dari masa awal mengenal komputer, sampai dengan mempelajarinya. Satu titik temu yang tidak boleh kita hiraukan adalah “sekolah”.
Sekolah menjadi alasan pertama yang harus bertanggung jawab seharusnya. Seperti yang kita tahu, sampai saat ini masih banyak sekolah yang menggunakan produk tidak berlisensi sebagai alat kegiatan belajar mengajar (KBM). Siswa diajarkan untuk menggunakan produk bajakan, dan pola pikir yang kemudian terbangun di mindset siswa adalah membajak itu adalah hal wajar, atau malah disebut ilmu. Woh, ilmu pembajakan? -_-
Hampir seperti orang pada umumnya, sekolah terpaksa menggunakan produk bajakan karena alasan keuangan. Harga software yang terlalu mahal memaksa pihak sekolah untuk membajak agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Sebenarnya hal ini dapat diatasi dengan migrasi ke Linux. Seperti yang kita tahu, Linux merupakan kernel yang kemudian dikembangkan oleh banyak sekali komunitas sehingga memunculkan beragam distribusi atau distro. Linux bersifat freeware, dan opensource (Lebih jelas coba cari di google “Linux License” ). Kita dapat bebas menggunakannya, memodifikasi, mengembangkan dan mendistribusikannya. Tidak heran, banyak sekali distro yang sekarang bertebaran.

Andai kata, sekolah-sekolah di Indonesia mau menggunakan Linux mungkin pembajakan akan sedikit berkurang. Hal tersebut harus diiringi dengan memberikan pemahaman kepada siswa.

Paling tidak Linux bisa menjadi alternatif, ketika memang sekolah tidak mampu membeli software berbayar beserta lisensinya. Karena yang saya bahas disini bukan harus menggunkaan Linux, tetapi pembajakannya, sehingga tidak masalah juga kalau mau menggunakan Windows, asalkan jangan bajakan.

Mungkin yang akan menjadi kendala berikutnya adalah tenaga IT disekolah belum mengerti soal Linux. Hal itu tidak menjadi masalah, karena semua hal bisa dipelajari.

Di Linux, banyak seklai software alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti software-software di Windows. Misalnya, Microsoft Office kita dapat menggantikannya dengan WPS Office Comunity edition yang secara tampilan tidak jauh berbeda dengan Ms. Office. Atau Libre office, dan lainnya. Photoshop dengan Gimp, CorelDraw dengan Inkscape, dan banyak sekali lainnya.

Tidak hanya untuk sekolah, tapi juga untuk setiap individu yang membaca artikel ini. Yang namanya menjadi lebih baik itu tidak bisa “ujug-ujug” jadi. Butuh proses, jika ingin menjadi pengguna Linux mungkin butuh waktu menyesuaikan, dan ketika memang ingin bertahan di Windows, mungkin tetap harus merencanakan bahwa suatu saat kita memiliki Windows dengan semua aplikasi didalamnya adalah tidak bajakan.

Sejarah Linus Torvalds

linus torvads

Linus Benedict Torvalds (lahir di Helsinki, Finlandia, 28 Desember 1969; umur 48 tahun) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan Kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.

Linux terinsipirasi oleh Minix (sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada sebuah PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.

Ketika Linus Torvalds, seorang mahasiswa Finlandia pendiam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet pada tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai miliaran dolar di kemudian hari.

Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.

Tidak hanya itu, banyak maniak Linux (Linuxer) yang membeli perangkat buatan Apple dan mengganti sistem operasinya dengan Linux. Bagi saya itu sedikit gila, mengingat menghapus sistem operasi Mac & iPod berarti membuang duit dan menggantinya sistem operasinya cukup sulit dibanding desktop berbasis Windows. Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Mac OS dan terus mengejar OS Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.

Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan di perusahaan semi konduktor Transmeta dan tinggal bersama istri dan 3 anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs. Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 miliar baris kode. Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.

Linus bukan orang pertama yang membagi-bagikan source code karena pola ini adalah hal yang biasa pada masa awal tumbuhnya industri komputer. Tapi Linus sukses menetapkan standar yang memaksa banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.

Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. Hampir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.

Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.

Setiap kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dab press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang. Di sela kesibukannya, Linus menyempatkan diri bersepeda menuruni bukit dan minum di bar desa. Pada 24 April 2012, Linus terpilih sebagai salah satu dari dua penerima penghargaan Millennium Technology Prize 2012, sebuah penganugerahan sekelas penghargaan Nobel di dunia teknologi.

Sumber : Wikipedia.org

Cara Mengaktifkan Bas Kali Linux Pada Windows10

Hallo Blogger...

Install Bash Linux Ubuntu  Sekarang Sudah Bisa Dirasakan Oleh Windows User,
Bagi para pengguna OS Linux,  Kini pengguna Windows 10 juga bisa menggunakan bash seperti pada linux Ubuntu Ataupun Backbook, Bash ditujukan untuk para pengembang atau developer untuk mengembangkan aplikasinya dengan menggunakan Windows 10, Untuk dapat menggunakan bash kamu harus mengaktifkannya terlebih dahulu printahnya.
Baiklah Lihat Tutorial Cara Mengaktifkannya Dibawah.

1.Buka Setting Pada windows

2.Klik UpdateDan Security - For developers - Developer mode -Yes


3.Lalu Masuk Ke Control Panel - Klik Programs - Lalu Klik Turn Windows Features On Or Off .


4. Lalu Scroll Ke Bawah Cari Windows Subsystem for Linux (Beta) > Ceklist/Centang > Klik Ok .


5.Lalu Buka CMD

6.Jalankan Printah  "bash" di CMD


7.Tunggu sampai installasi selesai 100%

8.Anda akan disuruh regestrasi linux Username dan Password

9.Jalankan bash linuxnya - Start - Bash on ubuntu on windows


10.Welcome to bash linux
 


Finish...
Sebatas informasi semoga bermanfaat ......


Tutorial Linux

Modifikasi Terminal

Trick Linux